Perjalanan umrah bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan spiritual.
Selain mempersiapkan dokumen, pakaian, dan itinerary, jamaah juga dapat mempersiapkan doa-doa yang ingin dibaca selama perjalanan.
Tidak semua momen memiliki doa khusus yang wajib dibaca. Dalam banyak kesempatan, jamaah boleh berdoa dengan bahasa sendiri selama isi doanya baik.
Berikut panduan sederhana dari sebelum berangkat hingga kembali ke rumah.
1. Doa Sebelum Berangkat
Sebelum meninggalkan rumah, jamaah dapat memohon perlindungan, kemudahan, dan keberkahan perjalanan.
Salah satu doa perjalanan yang umum dibaca adalah:
Subhanalladzi sakhkhara lana hadza wa ma kunna lahu muqrinin. Wa inna ila Rabbina lamunqalibun.
Maknanya secara umum adalah memuji Allah yang telah menundukkan kendaraan bagi manusia dan mengingatkan bahwa semua akan kembali kepada-Nya.
Anda juga bisa menambahkan doa pribadi untuk:
- Keselamatan
- Kesehatan
- Kelancaran perjalanan
- Ibadah yang diterima
- Keluarga yang ditinggalkan
2. Doa Saat Naik Kendaraan
Saat naik kendaraan menuju bandara atau dalam perjalanan lain, jamaah dapat membaca doa safar.
Selain itu, manfaatkan waktu perjalanan untuk berdzikir dan menenangkan hati.
Tidak perlu memaksakan diri menghafal banyak doa sekaligus. Lebih baik memahami maknanya dan membacanya dengan tenang.
3. Doa Saat Memasuki Ihram
Ketika sudah sampai miqat dan siap memulai umrah, jamaah berniat umrah.
Lafaz yang umum digunakan:
Labbaika ‘umratan.
Artinya:
“Aku memenuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan umrah.”
Setelah niat, jamaah masuk dalam keadaan ihram dan mulai memperbanyak talbiyah.
4. Talbiyah
Talbiyah merupakan salah satu bacaan yang sangat dikenal dalam perjalanan umrah.
Lafaznya:
Labbaik Allahumma labbaik. Labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, la syarika lak.
Maknanya secara umum adalah memenuhi panggilan Allah dan mengakui bahwa pujian, nikmat, serta kekuasaan hanya milik-Nya.
Talbiyah dapat dibaca selama perjalanan menuju Makkah hingga mendekati pelaksanaan tawaf.
5. Doa Saat Melihat Ka’bah
Saat pertama kali melihat Ka’bah, banyak jamaah memilih untuk berhenti sejenak dan berdoa.
Tidak ada satu doa khusus yang wajib dibaca.
Anda bisa memanjatkan doa pribadi seperti:
- Memohon ampunan
- Memohon kesehatan
- Memohon rezeki yang baik
- Mendoakan keluarga
- Memohon agar ibadah diterima
Momen ini bisa digunakan untuk berdoa dengan bahasa yang paling Anda pahami.
6. Doa Saat Tawaf
Saat tawaf, jamaah boleh:
- Berdzikir
- Membaca Al-Qur’an
- Bershalawat
- Berdoa
- Memohon ampun
Tidak wajib menggunakan doa berbeda untuk setiap putaran.
Salah satu doa yang sering dibaca antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad adalah:
Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”
Doa ini ringkas dan memiliki makna yang luas.
7. Doa Setelah Tawaf
Setelah tawaf, jamaah dapat melaksanakan salat dua rakaat jika kondisi memungkinkan.
Setelah itu, manfaatkan waktu untuk berdoa.
Tidak harus menggunakan doa tertentu.
Anda dapat memohon:
- Ampunan
- Keberkahan
- Ketenangan hati
- Kebaikan keluarga
- Kemudahan urusan
8. Doa Saat Minum Air Zamzam
Saat minum air Zamzam, jamaah dapat berdoa sesuai kebutuhan.
Misalnya memohon:
- Ilmu yang bermanfaat
- Rezeki yang baik
- Kesehatan
- Kesembuhan
- Keberkahan hidup
Minumlah secukupnya dan tetap menjaga ketertiban.
9. Doa Saat Sa’i di Safa dan Marwah
Saat tiba di Safa, jamaah dapat menghadap arah Ka’bah dan berdzikir serta berdoa.
Selama perjalanan antara Safa dan Marwah, jamaah bebas membaca doa apa pun yang baik.
Tidak ada kewajiban untuk menggunakan teks doa tertentu pada setiap perjalanan.
Anda bisa memanfaatkan waktu untuk:
- Mendoakan orang tua
- Mendoakan pasangan
- Mendoakan anak
- Memohon kemudahan rezeki
- Memohon keteguhan iman
10. Doa Setelah Tahallul
Setelah sa’i, jamaah melakukan tahallul.
Setelah rangkaian utama umrah selesai, Anda bisa berdoa agar ibadah diterima dan menjadi titik awal untuk hidup lebih baik.
Misalnya:
“Ya Allah, terimalah ibadah kami, ampuni kekurangan kami, dan jadikan perjalanan ini membawa perubahan yang baik dalam hidup kami.”
11. Doa Saat Berada di Masjidil Haram
Selama berada di Masjidil Haram, manfaatkan waktu untuk memperbanyak:
- Doa
- Dzikir
- Tilawah
- Istighfar
- Shalawat
Tidak harus selalu membaca doa panjang.
Doa singkat yang dipahami dengan baik sering terasa lebih khusyuk.
12. Doa Saat Berada di Masjid Nabawi
Ketika berada di Madinah, jamaah juga dapat memperbanyak doa dan ibadah.
Gunakan waktu untuk mendoakan:
- Diri sendiri
- Keluarga
- Orang tua
- Saudara
- Umat Muslim
Tetap jaga adab dan ikuti ketentuan yang berlaku di area Masjid Nabawi.
13. Doa Saat Ziarah
Saat mengikuti ziarah ke tempat-tempat bersejarah, fokus utama adalah memahami sejarah dan mengambil pelajaran.
Jangan menjadikan tempat tertentu sebagai syarat agar doa diterima.
Berdoalah kepada Allah di mana pun berada.
14. Doa Sebelum Pulang
Menjelang kepulangan, jamaah dapat berdoa agar:
- Perjalanan pulang lancar
- Ibadah diterima
- Kebaikan selama umrah tetap terjaga
- Bisa kembali lagi ke Tanah Suci
Gunakan momen ini untuk refleksi sebelum kembali ke rutinitas.
15. Doa Saat Perjalanan Pulang
Saat kembali ke Tanah Air, doa safar dapat dibaca kembali.
Dalam perjalanan pulang, jamaah juga dapat memperbanyak rasa syukur atas kesempatan menjalankan umrah.
16. Doa Saat Tiba di Rumah
Setelah sampai rumah, bersyukurlah atas keselamatan perjalanan.
Anda bisa memohon agar:
- Ibadah diterima
- Diberi istiqamah
- Kebaikan selama umrah tetap terbawa
- Diberi kesempatan kembali ke Tanah Suci
Apakah Harus Menghafal Semua Doa?
Tidak.
Jamaah tidak harus menghafal banyak teks doa.
Yang paling penting adalah:
- Memahami makna
- Berdoa dengan tulus
- Tidak terbebani
- Tetap mengikuti tuntunan ibadah
Jika lupa, Anda tetap boleh berdoa menggunakan bahasa Indonesia.
Tips Membawa Panduan Doa
Agar lebih praktis:
- Gunakan buku doa kecil
- Simpan doa di smartphone
- Tandai doa yang ingin dibaca
- Gunakan catatan sederhana
- Jangan terlalu bergantung pada teks
Tujuannya adalah membantu, bukan membuat ibadah terasa rumit.
Doa Pribadi yang Sebaiknya Dipersiapkan
Sebelum berangkat, buat daftar doa pribadi.
Contohnya:
- Untuk orang tua
- Untuk pasangan
- Untuk anak
- Untuk kesehatan
- Untuk pekerjaan
- Untuk rezeki
- Untuk ketenangan hati
- Untuk masa depan
Dengan begitu, Anda tidak mudah lupa saat berada di Tanah Suci.

