
Tata Cara Umrah Lengkap Sesuai Urutan
Umrah adalah ibadah yang memiliki rangkaian khusus dan perlu dilaksanakan sesuai urutan. Bagi jamaah yang baru pertama kali berangkat ke Tanah Suci, memahami setiap tahapan umrah sejak sebelum mengambil miqat hingga tahallul dapat membantu perjalanan ibadah terasa lebih tenang dan terarah.
Secara umum, rangkaian utama umrah terdiri dari ihram dan niat, tawaf, sa'i, serta tahallul. Setiap tahap memiliki aturan dan tata cara yang perlu dipahami sebelum berangkat.
Dalam panduan ini, Baituna merangkum urutan umrah dari awal hingga selesai secara sederhana agar mudah dipahami oleh jamaah pemula.
Urutan Tata Cara Umrah secara Singkat
Rangkaian utama ibadah umrah dapat diringkas menjadi:
- Ihram dan niat umrah dari miqat
- Tawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran
- Sa'i antara Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan
- Tahallul dengan mencukur atau memotong rambut
Setelah tahallul selesai, jamaah telah menyelesaikan rangkaian utama ibadah umrah dan keluar dari keadaan ihram.
Mari kita bahas setiap tahap secara lebih lengkap.
1. Persiapan Sebelum Ihram
Sebelum memasuki keadaan ihram, jamaah dianjurkan mempersiapkan diri terlebih dahulu.
Beberapa persiapan yang umum dilakukan antara lain:
- Mandi dan membersihkan diri
- Memotong kuku apabila diperlukan sebelum ihram
- Merapikan rambut
- Mengenakan pakaian ihram
- Menyiapkan sandal yang nyaman
- Memastikan barang bawaan penting sudah tersedia
- Memahami lokasi miqat
- Mengetahui niat umrah
Untuk jamaah laki-laki, pakaian ihram terdiri dari dua lembar kain yang tidak berjahit dalam bentuk pakaian.
Sementara itu, jamaah perempuan tidak memiliki pakaian ihram khusus, tetapi mengenakan pakaian yang menutup aurat dan sesuai dengan ketentuan syariat.
2. Ihram dan Niat Umrah dari Miqat
Ihram adalah keadaan ketika jamaah mulai memasuki ibadah umrah setelah berniat dari miqat.
Miqat merupakan batas tempat atau waktu yang telah ditentukan untuk memulai ihram.
Ketika sampai di lokasi miqat, jamaah berniat melaksanakan umrah.
Niat umrah secara sederhana dapat dibaca:
Labbaika 'umratan.
Artinya:
“Aku memenuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan umrah.”
Setelah berniat, jamaah memasuki keadaan ihram dan mulai berlaku berbagai ketentuan serta larangan ihram.
Larangan Ihram yang Perlu Diperhatikan
Setelah niat umrah, jamaah perlu menjaga diri dari berbagai larangan ihram.
Secara umum, jamaah perlu menghindari hal-hal seperti:
- Memotong rambut dengan sengaja
- Memotong kuku
- Menggunakan parfum setelah memasuki ihram
- Melakukan hubungan suami istri
- Melangsungkan akad nikah
- Berburu hewan darat
- Melakukan tindakan tertentu yang termasuk larangan ihram
Terdapat juga ketentuan khusus yang berbeda antara jamaah laki-laki dan perempuan.
Karena detail hukum dapat berbeda berdasarkan situasi, jamaah sebaiknya mengikuti arahan pembimbing ibadah selama perjalanan.
3. Memperbanyak Talbiyah
Setelah berniat ihram, jamaah dianjurkan memperbanyak membaca talbiyah selama perjalanan menuju Makkah.
Lafaz talbiyah yang umum dibaca adalah:
Labbaik Allahumma labbaik. Labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, la syarika lak.
Maknanya secara umum adalah memenuhi panggilan Allah serta mengakui bahwa segala pujian, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Nya.
Talbiyah dapat dibaca selama perjalanan hingga jamaah mulai melaksanakan tawaf.
4. Memasuki Masjidil Haram
Setibanya di Makkah, jamaah biasanya menuju hotel terlebih dahulu untuk menyimpan barang dan mempersiapkan diri sebelum melaksanakan rangkaian umrah.
Ketika memasuki Masjidil Haram:
- Masuklah dengan tertib
- Ikuti arahan pembimbing
- Jaga barang pribadi
- Hindari terpisah dari rombongan
- Jangan memaksakan diri masuk ke area yang terlalu padat
Masjidil Haram memiliki banyak pintu masuk, sehingga jamaah pemula sebaiknya mengingat pintu yang digunakan serta menentukan titik pertemuan bersama rombongan.
5. Tawaf Mengelilingi Ka'bah
Setelah memasuki Masjidil Haram, rangkaian berikutnya adalah tawaf.
Tawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran.
Ka'bah berada di sebelah kiri jamaah selama tawaf.
Satu putaran dihitung mulai dari area sejajar Hajar Aswad hingga kembali ke titik yang sama.
Tata Cara Tawaf
Secara sederhana, urutan tawaf adalah:
Mulai dari Hajar Aswad
Jamaah memulai tawaf dari posisi sejajar dengan Hajar Aswad.
Apabila kondisi memungkinkan, jamaah dapat memberikan isyarat ke arah Hajar Aswad.
Tidak perlu memaksakan diri untuk mendekati atau mencium Hajar Aswad apabila kondisi sangat ramai.
Keselamatan dan ketertiban tetap menjadi prioritas.
Mengelilingi Ka'bah
Berjalanlah mengelilingi Ka'bah dengan arah berlawanan jarum jam.
Ka'bah harus tetap berada di sisi kiri.
Selesaikan Tujuh Putaran
Hitung jumlah putaran dengan teliti.
Jamaah dapat menggunakan penghitung digital, tasbih, atau mengikuti arahan pembimbing apabila khawatir kehilangan hitungan.
Apakah Ada Doa Khusus untuk Setiap Putaran Tawaf?
Tidak harus ada doa tertentu yang berbeda untuk setiap putaran.
Jamaah dapat berdoa, berdzikir, membaca ayat Al-Qur'an, atau memanjatkan doa pribadi selama tawaf.
Yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan.
6. Salat Setelah Tawaf
Setelah menyelesaikan tujuh putaran tawaf, jamaah dapat melaksanakan salat dua rakaat apabila kondisi memungkinkan.
Banyak jamaah berusaha melaksanakannya di sekitar Maqam Ibrahim.
Namun apabila area tersebut sangat padat, jamaah dapat melaksanakannya di area Masjidil Haram yang lebih aman dan nyaman.
Tidak perlu memaksakan diri berada di lokasi tertentu apabila kondisi berdesakan.
7. Minum Air Zamzam
Setelah tawaf, jamaah dapat meminum air Zamzam yang tersedia di berbagai area Masjidil Haram.
Minumlah secukupnya.
Bagi jamaah yang akan melanjutkan sa'i, pastikan tubuh tetap terhidrasi karena rangkaian berikutnya membutuhkan cukup banyak berjalan kaki.
8. Menuju Bukit Safa untuk Memulai Sa'i
Setelah tawaf selesai, jamaah melanjutkan ibadah dengan sa'i.
Sa'i dilakukan antara Bukit Safa dan Bukit Marwah.
Rangkaian dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah.
9. Tata Cara Sa'i Safa dan Marwah
Sa'i dilakukan sebanyak tujuh kali perjalanan.
Perhitungannya adalah:
- Safa → Marwah = perjalanan pertama
- Marwah → Safa = perjalanan kedua
- Safa → Marwah = perjalanan ketiga
- Marwah → Safa = perjalanan keempat
- Safa → Marwah = perjalanan kelima
- Marwah → Safa = perjalanan keenam
- Safa → Marwah = perjalanan ketujuh
Dengan demikian, perjalanan terakhir berakhir di Marwah.
Apa yang Dilakukan Saat Sa'i?
Saat berada di Safa, jamaah dapat menghadap ke arah Ka'bah dan berdoa.
Setelah itu, berjalanlah menuju Marwah.
Selama perjalanan, jamaah dapat:
- Berdzikir
- Membaca doa
- Membaca Al-Qur'an
- Memanjatkan doa pribadi
Bagi jamaah laki-laki, terdapat area tertentu yang biasanya ditandai dengan lampu hijau untuk mempercepat langkah sesuai tuntunan, selama kondisi fisik memungkinkan.
Jamaah perempuan tetap berjalan seperti biasa.
Tips Menjalankan Sa'i
Sa'i dapat cukup melelahkan, terutama bagi jamaah yang baru selesai tawaf.
Beberapa tips sederhana:
- Gunakan alas kaki yang nyaman sesuai ketentuan
- Jangan berjalan terlalu cepat
- Minum secukupnya
- Beristirahat apabila diperlukan
- Jangan memaksakan diri mengikuti kecepatan jamaah lain
- Tetap bersama rombongan apabila memungkinkan
Bagi jamaah lansia atau jamaah dengan keterbatasan mobilitas, tersedia fasilitas bantuan tertentu sesuai kebijakan yang berlaku.
10. Tahallul
Setelah menyelesaikan sa'i di Marwah, rangkaian berikutnya adalah tahallul.
Tahallul dilakukan dengan mencukur atau memotong rambut.
Bagi jamaah laki-laki, mencukur habis rambut memiliki keutamaan, meskipun memendekkan rambut juga diperbolehkan.
Bagi jamaah perempuan, cukup memotong sebagian ujung rambut sesuai ketentuan.
Setelah tahallul selesai, jamaah telah menyelesaikan rangkaian utama umrah.
11. Umrah Selesai
Dengan selesainya tahallul, jamaah keluar dari keadaan ihram.
Urutan lengkapnya adalah:
Ihram → Niat → Tawaf → Sa'i → Tahallul
Rangkaian yang terlihat sederhana ini tetap membutuhkan persiapan ilmu, fisik, dan mental agar dapat dilaksanakan dengan baik.
